Sabtu, 18 Januari 2025

LAGU AYAM DEN LAPEH

 


       Lagu Ayam Den Lapeh adalah lagu daerah asal Provinsi Sumatera Barat. Lagu ini populer tidak hanya di kawasan Minang, tetapi juga di Malaysia hingga Vietnam. Karena begitu populer, tidak heran jika ada banyak versi dari lirik lagu ini. Lagu asal tanah Minangkabau ini awalnya diciptakan oleh seorang anggota dari grup musik Orkes Gumarang yang bernama Nurseha.

      Setelah itu, Abdul Hamid memberi melodi untuk lagu tersebut. Secara keseluruhan lagu ini adalah ekspresi perasaan kehilangan sesuatu yang berharga, yang dikonotasikan dengan 'ayam'. Berikut ini lirik lagu Ayam Den Lapeh seperti dikutip dari buku Kumpulan Terlengkap Lagu Daerah oleh Puspa Swara.




SENJATA TRADISIONAL KERAMBIT

 


       Kerambit adalah senjata tradisional asal Minangkabau, Sumatera Barat yang berbentuk pisau kecil melengkung. Kerambit juga dikenal dengan nama kurambik, karambik atau kurambiak.Kerambit memiliki bentuk yang menyerupai kuku harimau. Setelah masyarakat melihat harimau bertarung dengan cakarnya, kemudian mereka mulai menciptakan awal dari konsep senjata Kerambit. Ini tentu saja salah satu filosofi Minangkabau, yang dikenal dengan istilah “Alam Takambang Jadi Guru”. 

Fungsi Senjata Keambit

Di sebagian daerah adalah sebagai alat pertanian yang kegunaan nya sebagai berikut :

  • Pembersih akar
  • Mengumpulkan batang padi
  • Mengumpulkan pengirikan padi

PACU JAWI SUMATERA BARAT

 

       Pacu artinya lomba kecepatan, Jawi sendiri adalah maksudnya sapi atau lembu, karena di Sumatera Barat sapi biasa disebut dengan Jawi. Pacu Jawi sendiri adalah balapan sapi khas Minangkabau, Sumatera Barat. Tradisi Pacu Jawi ini biasanya dilakukan sehabis panen padi. Tradisi ini dilakukan atas dasar rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah

Awalnya Pacu Jawi adalah solusi untuk membajak sawah sebelum ditemukannya cara membajak sawah seperti sekarang. Pacu Jawi ditemukan oleh Datuak Tantejo Gurhano saat mencari cara agar sawahnya menjadi subur dan mudah ditanami. Cara itu kemudian ditiru dan diterapkan oleh warga sekitar.

Pacu Jawi diketahui masih dilakukan di Kecamatan Limo Kaum, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Pariangan, dan Kecamatan Sungai Tarab. Tradisi yang awalnya hanya untuk keperluan membajak sawah ini, kini berkembang menjadi atraksi budaya yang mengundang para wisatawan.

Pelaksanaan Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar ini dilaksanakan secara bergiliran pada empat kecamatan tersebut. Setiap satu kali putaran lomba biasanya memakan waktu empat minggu.

Dalam sekali perlombaan biasanya bisa diikuti 500 hingga 800 ekor. Pacu Jawi diikuti oleh sapi secara berpasangan dikendalikan oleh seorang joki yang berpegangan pada tangkai bajak. Acara Pacu Jawi ini berlangsung mulai pukul sepuluh pagi hingga pukul lima sore.     



RENDANG DARI SUMATERA BARAT

       

         Rendang merupakan makanan khasnya dari Sumatera Barat, Indonesia. Rendang diketahui sudah ada sejak 1550 Masehi. Kuliner ini disebut dalam banyak kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikannya sebagai masakan Melayu sejak 1550-an. Namun, diketahui pula rendang sudah ada di Sumatera Barat sebelum Islam masuk ke sana. Rendang merupakan hidangan pedas yang Dimasak dengan rempah-rempah khas Indonesia. Rendang biasanya dibuat dari daging sapi, tetapi juga bisa dibuat dari bahan lain seperti ayam, ikan, jamur jengkol. 

CIRI KHAS RENDANG

  • Tekstur dahing kering dan berserat.
  • Citarasa pedas dan gurih. 
  • Warnanya gelap kehitaman. 
  • Proses memasak yang memakan waktu lama. 
  • Tahan lama hingga 1 bulan.

TARI PAYUNG SUMATERA BARAT

 


           Tari Payung adalah tarian tradisional khas Minangkabau yang biasanya ditampilkan secara berpasangan dalam acara adat, seperti pesta pernikahan. Tari Payung memiliki makna kasih sayang san perlindungan dalam hubungan pasangan. Makna dari patung bisa diartikan secara luas, yaitu sebagai sebuah wujud perlindungan dan juga kasih sayang dari seorang suami terhadap istrinya. Tarian ini juga melambangkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Minangkabau yang mengedepankan keharmonisan dan komitmen. 

CIRI CIRI TARI PAYUNG 

  • Tarian berpasangan 
  • Penari berjumlah genap, biasanya tiga pasang
  • Penari biasanya memakai pakaian tradisional teluk balaga
  • Properti tari berupa payung dan selendang
  • Iringan musiknya berupa gendang sikambang, biola dan akordin. 




. 

SONGKET PANDAI SIKEK SUMATERA BARAT

 



          Songket Pandai Sikek adalah kain songket khas Pandai Sikek, Sumatera Barat. Keahlian menenun songket pandai sikek ini diwariskan secara turun temurun. Songket ini biasa digunakan sebagai cendera mata dan pakaian pengantin pada upacara pernikahan adat Minangkabau.

          Tak ada aturan khusus mengenai jenis kain songket yang digunakan. Tapi biasanya orang kaya atau golongan bangsawan memilih kain songket balapak dengan teknik (tuhuak) dua agar benang emas pada ragam hias terlihat padat dan rapat. Sementara rakyat biasa memilih kain tenun songket balapak dengan teknik empat dan enam agar warna kuning keemasan pada ragam hias tak terlalu doninan

          Kain tenun songket Pandai sikek memilih banyak motif. Beberapa motif yang khas sepeti saik kalamai, buah palo, barantai putiah, tampuak manggih, salapah dan simasam.

CIRI CIRI SONGKAT PANDAI SIKEK

  • Menggunakan benang emas dan perak
  • Motif cukei dan sungayang
  • Warna dasar kainnya yaitu hitam, merah dan kuning
  • Penggarapannya yang halus 


RUMAH GADANG SUMATERA BARAT


    Rumah Gadang adalah rumah adat suku Minangkabau yang berasal dari Sumatera Barat. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Baanjuang.

Ciri Ciri Rumah Gadang 
  • Bentuknya seperti trapesium terbalik, yaitu segi empat memanjang yang membesar ke atas.
  • Atapnya berbentuk gonjong, yaitu tonjolan melengkung tajam yang menyerupai tanduk kerbau.
  • Berfungsi sebagai rumah panggung
  • Bertopang pada tiang kayu yang bertumpu pada batu datar.
  • Tidak menggunakan paku, melainkan pasak.
  • Memiliki banyak jendela yang besar.
  • Dapur terpisah dari rumah utama dan berada di halaman belakang. 
Fungsi Rumah Gadang
      Fungsi rumah gadang dalam adat yakni sebagai rumah utama sekelompok masyarakat Minangkabau. Di samping itu, rumah Gadang digunakan menjadi tempat untuk melangsungkan acara-acara adat atau kegiatan atau, seperti Turun Mandi, Khitan, Perkawinan, Batagak Gala ( Pengangkatan Datuak ), dan Kematian. 
     Dalam keseharian, rumah Gadang dihuni oleh keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan dengan aktivitas sehari-hari. 


Minggu, 12 Januari 2025

ALAT MUSIK SALUANG SUMATERA BARAT

 


      Saluang adalah alat musik tradisional yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Biasanya alat musik ini dimainkan dengan iringan satu atau lebih pendendang (penyanyi), bersamaan dengan perangkat alat-alat musik tradisional lainnya. Alat musik saluang terbuat dari talang atau bambu berukuran kecil yang sekilas hampir mirip seperti seruling. 

CARA MEMAINKAN SALUANG

Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan ditiup. Cara memainkan saluang adalah dengan meniup dan menarik nafas secara bersamaan, sehingga peniup seluang dapat memainkan alat musik.

MACAM-MACAM SALUANG

Terdapat empat jenis saluang yang tersebar pada beberapa daerah Minangkabau yaitu Saluang Darek, Salung Sirompak, Saluang Pauh dan Saluang Panjang






UPACARA TABUIK SUMATERA BARAT


       Upacara Tabuik dilaksanakan oleh masyarakat di Kota Pariman Provinsi Sumatera Barat, setiap tahun pada tanggal 1 - 10 Muharam dalam rangka memperingati syahidnya Husein bin Abi Thalib ( cucu nabi Muhammad ) di Padang Karbela yang ditandai dengan usungan keranda tabuik sebagai simbol jasad Husein.

ASAL USUL UPACARA TABUIK

      Awal sejarah Upacara Tabuik dimulai ketika bangsa Cipei yakni sisa pasukan Inggris (Gurkha) membawa masuk perayaan tabuik dari Bengkulu ke daerah Pariaman. Peristiwa itu terjadi setelah perjanjian Traktat London tahun 1824 antara Inggris dan Belanda.

      Dalam peperangan melawan tentara Yazid bin Muawiyah, Husein bin Ali dipancung, jasadnya dicincang lalu kepalanya dipisahkan dari tubuhnya. Setelah Husein dibunuh, arak-arakkan yang dibawa serombongan malaikat tiba-tiba turun dari langit.

      Semua bagian tubuh Husein yang terbelah dimasukkan ke dalam arak-arakkan dan dibawah terbang seekor burak naik ke langit. Tanpa diketahui malaikat, seseorang dari bangsa Cipei ikut bergantung pada keranda yang membawa mayat Husein.

      Di tengah perjalanan, malaikat menyuruh orang Cipei tersebut untuk kembali ke bumi. Sempat tidak menuruti perkataan malaikat tetapi akhirnya turun ke bumi, orang Cipei itu kemudian menuruti anjuran malaikat untuk membuat arak-arakkan yang dilihatnya.

      Sejak saat itu, bangsa Cipei menyelenggarakan arak-arakkan dalam wujud tabut yang dibawa berkeliling kampung pada setiap awal bulan. Tradisi itu pun dikenal dengan Upacara Tabuik oleh masyarakat Pariaman dan diselenggarakan secara turun menurun.

MAKNA UPACARA TABUIK

- Simbol pelepasan roh Imam Husein

- Perpaduan adat dan agama

- Gotong royong




Senin, 06 Januari 2025

TARI PIRING SUMATERA BARAT

  



ASAL USUL DAN PENJELASAN


        Tari piring merupakan tari tradisional yang berasal dari Minangkabau, secara tradisional dapat disebutkan bahwa tari piring berasal dari Solok, Sumatera Barat. Tarian ini menampilkan aksi atraksi menari menggunakan piring. Para penari akan mengayunkan piring yang berada di telapak tangan mereka selaras dengan music iringan serta gerakan yang cepat dan teratur tanpa melepaskan atau membiarkan satu piring pun terjatuh. Gerakan tari piring diambil dari gerakan silat Minangkabau atau yang biasa disebut silek.


        Tari piring dipopulerkan oleh Huriah Adam. Modern ini, tari piring biasanya digunakan sebagai sambutan untuk menyambut tamu terhormat atau juga biasanya digunakan untuk pembukaan suatu upacara adat. Tari piring sangatlah popular di Indonesia, bersama dengan tari lainnya, seperti tari saman, jaipong, dan pendet yang kerap digunakan sebagai tari untuk menyambut tamu-tamu terhormat dalam beberapa acara dan digunakan sebagai ajang promosi pariwisata serta kebudayaan yang ada di Indonesia


SEJARAH TARI PIRING


       Menurut laman kemendikbud, tari piring diperkirakan sudah ada sejak abad ke-12. Saat itu masyarakat Minangkabau masih menyembah dewa-dewa. Awalnya tari piring ini dijadikan untuk pemujaan masyarakat Minangkabau terhadap Dewi Padi atas hasil panen.